Laman

Selasa, 16 Februari 2010

Uang di Negara Sedang Berkembang

Fungsi Uang di Negara Sedang Berkembang
1. Ekonomi Sebelum Pasar
Adam Smith yang menunjuk peristiwa jual-beli sebagai titik pusat kehidupan perekonomian. Oleh sebab jual beli itu terjadi di pasar( dan sekaligus merupakan pertanda hadirnya lembaga pasar tersebut)maka hanya masyarakat manusialah yang mempunyai lembaga pasar itu.
Manusia telah melakukan transaksi perdagangan sejak Zaman Es dahulu kala, sudah lama para ahli membuktikanya.
Timbulnya pasar itu diawali oleh kelebihan dan kekurangan barang.
Alam yang ganas, kemelaratan, pajak yang berat, peperangan, keterikatan pada tanahnya dan ketergantungan seringkali merupakan beban yang menyebabkan mereka menjauhkan diri dari pasar. Keadaan seperti ini dapat diartikan pula sebagai gejala yang menjauhkan para petani dari uang dalam pengertian modern.
2. Uang dalam Ekonomi Barter
Dalam pengertian barter itu barang ditukarkan dengan barang. Akan tetapi, agar transaksi barter itu bisa berlangsung mulus, tanpa pertemuan kebutuhan itu, agaknya barter mustahil dapat berlangsung.
Bukti-bukti yang dikemukakan Ghatak seperti berikut:
1) Sukar dibayangkan pertemuan kebutuhan dari kedua belah pihak itu bisa terjadi tanpa satuan pengukur yang dapat diterima umum.
2) Sistem barter akan membatasi jumlah transaksi. Dalam perdagangan yang semakin ramai, sistem barter itu pastilah tidak efisien.
3) Dalam perekonomian barter orang sukar menentukan nilai dari nilai tukar barang dan jasa. Kesukaran itu merintangi alokasi sumber secara rasional.
4) Bilamana pertukaran memakan waktu yang cukup lama maka keperluan pertukaran yang akan diperbarterkan perlu disimpan untuk barang yang akan diperbarterkan itu mudah rusak maka pertukaran akan gagal atau berlangsung dengan kerugian yang besar. Karena itu sistem barter membatasi jenis barang yang dapat dipertukarkan.
3. Fungsi Uang dalam kehidupan
Secara tradisional, para ahli menganggap fungsi uang dalam kehidupan ialah sebagai berikut:
1) Fungsi uang sebagai alat tukar
Berkat fungsinya sebagai alat tukar, uang dapat menambah ruang lingkup pertukaran, pembagian kerja dan efisiensi dalam pengalokasian sumber-sumberdaya. Melalui fungsinya sebagai alat tukar pula, kemungkinan-kemungkinan produksi pun akan semakin meluas. Akan tetapi tidak boleh dilupakan, pemanfaatan uang pun akan menyeret masyarakat ke dalam pengalaman pahit yang disebabakan inflasi dan deflasi. Dlam hal seperti ini tidak sedikit masyarakat yang jauh dari “mental kapitalis” yang tidak siapa menghadapinya.
2) Fungsi uang sebagai alat satuan hitung atau ukur
Uang dapat dianggap sebagai kelipatan persekutuan terkecil dari beberapa penyebut “(common denominator) untuk penilaian subyektif atas asumsi bahwa jumlah daya beli yang dibelanjakan kepada barang-barang secara subyektif atas asumsi bahwa jumlah daya beli yang dibelanjakan kepada barang-barang secara obyektif mengukur kepentingan relatif dari kepuasan kepada pembeli.
3) Fungsi uang sebagai alat penyimpan nilai.
Sebelum uang dipergunakan konon masyarakat menyimpan kekayaan itu dalam bentuk nyata misalnya, padi, ternak, batu, manik-manik, dan sebagainya. Cara seperti ini bukan saja tidak efisien. Karena kerusakan, kematian meninggikan biaya penyimpanan. Akan tetapi dengan pemanfaatan uang, maka inefisiensi yang disebabkan oleh gejala itu akan lenyap.
4. Definisi tentang uang.
Kelaziman melukiskan bahwa definisi uang itu mencakup (1) uang kas; (2) matauang; dan (3) deposito bank umum.
5. Dualisme Keuangan di Negara Sedang Berkembang.
Pasar modal bercirikan transaksi modal uang jangka panjang.
Pasar uang itu biasanya melayani permintaan dan penawaran dana pinjaman jangka pendek.
Fungsi pasar Uang.
1) Pasar uang diperlukan agar bank pusat dapat mengimplementasikan kebijaksanaan-kebijaksanaan moneter dengan berhasil.
2) Pasar uang mengalokasikan tabungan masyarakat ke dalam investasi.
3) Sepenuhnya rahasia mengenai hubungan finansial.



Pasar uang yang terorganisir dan pasar uang yang tak terorganisir mempunyai dampak:
(1) Karena kecilnya jumlah transaksi yang menggunakan uang, maka transaksi nonmoneter semakin melembaga.
(2) Pasar dualitas menekan masyarakat dalam hal aktiva finansial padahal tabungan tersebut akan lebih bermanfaat andaikata dimobilisasi ke dalam investasi untuk pembangunan.
(3) Pasar dualitas merupakan pasar yang dapat membatasi penggunaan cek bank atau alat-alat pasar terorganisasi lainnya.
(4) Dikotomi pasar uang telah melanggengkan pelbagai praktek lama, seperti hoarding (pembekuan) emas dan investasi dalam tanah dan bangunan, pasar uang menekan laju edar uang dalam masyarakat.
6. Sifat Istimewa Negara sedang berkembang.
1. Pasar uang terorganisir yang lazimnya terdiri atas bank sentral, bank komersial (umum), koperasi kredit perusahaan asuransi, dan lembaga-lembaga keuangan lainnya, seperti bank pembangunan, perusahaan finansial dalam sektor pertanian dan industri. Pasar uang itu dibawah pengawasan pemerintah.
2. Pasar uang tak terorganisir yang berada di luar pengawasan kebijaksanaan finansial pemerintah yang terdiri atas pelepas uang (rentenir dan pengijon), bankir liar, tuan tanah, pedagang, pialang pegadaian, kawan dan anggota keluarga. Subyek pasar uang ini biasanya tidak mengikuti pembagian kerja dan spesialisasi yang ketat sehingga tidaklah jarang seorang pelepas uang merangkap sekaligus sebagai pedagang dan tuan tanah.







Referensi:
1. Komarudin, 1991, Uang di Negara Sedang Berkembang, Bumi Aksara, Jakarta.

Tidak ada komentar: