Laman

Selasa, 16 Maret 2010

Penalaran Deduksi Tidak Lansung

Macam Penalaran: (1)Penalaran Deduktif & (2)Penalaran Induktif

Ad. 1 PENALARAN DEDUKTIF

    Penalaran yang bertolak dari sebuah konklusi/kesimpulan yang didapat dari satu atau lebih pernyataan yang lebih umum.

Dalam penalaran deduktif terdapat premis. Yaitu proposisi tempat menarik kesimpulan. Penarikan kesimpulan secara deduktif dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung.

Penarikan secara langsung ditarik dari satu premis. Penarikan tidak langsung ditarik dari dua premis.

Premis pertama adalah premis yang bersifat umum sedangkan premis kedua adalah yang bersifat khusus.

Jenis penalaran deduksi yang menarik kesimpulan secara tidak langsung yaitu

Silogisme Kategorial; Silogisme Hipotesis; Silogisme Akternatif; &Entimen.

Silogisme Kategorial : Silogisme yang terjadi dari tiga proposisi.

Premis umum : Premis Mayor (My)

Premis khusus :Premis Minor (Mn)

Premis simpulan : Premis Kesimpulan (K)

Dalam simpulan terdapat subjek dan predikat. Subjek simpulan disebut term mayor, dan predikat simpulan disebut term minor.

Aturan umum dalam silogisme kategorial sebagai

berikut:

1.Silogisme harus terdiri atas tiga term yaitu : term mayor, term minor, term penengah.

2.Silogisme terdiri atas tiga proposisi yaitu premis mayor, premis minor, dan kesimpulan.

3.Dua premis yang negatif tidak dapat menghasilkan simpulan.

4.Bila salah satu premisnya negatif, simpulan pasti negatif.

5.Dari premis yang positif, akan dihasilkan simpulan yang positif.

6.Dari dua premis yang khusus tidak dapat ditarik satu simpulan.

7.Bila premisnya khusus, simpulan akan bersifat khusus.

8.Dari premis mayor khusus dan premis minor negatif tidak dapat ditarik satu simpulan.

Contoh silogisme Kategorial:

My    : Semua Asisten adalah Mahasiswa

    Mn    : Taqdir adalah Asisten

    K    : Taqdir seorang Mahasiswa


 

My    : Tidak ada Presiden Indonesia yang seumur hidup

    Mn    : Ir. Soekarno adalah presiden

    K    : Ir. Soekarno tidak menjadi presiden seumur hidup


 

My    : Semua Insinyur memiliki ijazah.

    Mn    : James tidak memiliki ijazah Perguruan Tinggi

    K    : James bukan Insinyur

b. Silogisme Hipotesis: Silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi konditional hipotesis.

Konditional hipotesis yaitu : bila premis minornya membenarkan anteseden, simpulannya membenarkan konsekuen. Bila minornya menolak anteseden, simpulannya juga menolak konsekuen.

Contoh :

My    : Jika tidak Matahari, manusia akan kedinginan.

    Mn    : Matahari tidak ada.

    K    : Jadi, Manusia akan kedinginan.


 

My    : Jika tidak makan, makhluk hidup akan kelaparan.

    Mn    : Makhluk hidup itu kelaparan.

    K    : Makhluk hidup itu tidak makan.

c. Silogisme Alternatif : Silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif.


 

    Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Simpulannya akan menolak alternatif yang lain.

Contoh

    My    : Taqdir ada di kelas atau laboratorium.

    Mn    : Taqdir berada di kelas.

    K    : Jadi, Taqdir tidak berada di laboratorium.


 

    My    : Taqdir ada di kelas atau laboratorium.

    Mn    : Taqdir ada di laboratorium.

    K    : Jadi, Taqdir tidak berada di kelas.

c. Hubungan kausal : penalaran yang diperoleh dari gejala-gejala yang saling berhubungan.

Macam hubungan kausal :

1)    Sebab- akibat.

    Hutan yang dulu hijau di perbukitan itu kini sudah gersang mengakibatkan longsor yang menutupi jalan.

2)     Akibat – Sebab.

    Richard dinonaktifkan karena dia tidak mengisi krs.

3)     Akibat – Akibat.

    Sultan mendapati harga minyak dunia naik, sehingga sultan beranggapan harga saham BUMI akan naik.


 


 


 


 

Tidak ada komentar: