Laman

Jumat, 04 Oktober 2013

Wawasan Kebangsaan


“Berdasar pengalaman tes CPNS tahun lalu, banyak peserta tes yang tidak lulus lantaran nilai wawasan kebangsaannya tidak memenuhi passing grade. Bahkan ada di antaranya yang melamar untuk menjadi dosen dan dokter. Nilai mereka tinggi untuk intelegensia umum dan karakteristik pribadi, tetapi wawasan kebangsaannya rendah, para pelamar CPNS agar serius belajar mengenai wawasan kebangsaan. Wawasan kebangsaan itu berisi empat pilar, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Sejarah juga termasuk di dalamnya. "Misal peristiwa Rengas Dengklok, siapa itu Sukarni dan sebagainya,” ujar Azwar Abubakar di Jakarta.
"Wawasan kebangsaan, cinta Tanah Air, dan bela negara perlu terus ditumbuhkan di kalangan generasi muda khususnya para pelajar, sehingga mereka dapat memahami dan menghayatinya, Dengan demikian, mereka akan menjadikannya pedoman dalam kehidupan sehari-hari, Para pelajar hendaknya juga dapat meresapi filosofi-filosofi luhur yang ditinggalkan "founding fathers". Jika diresapi dan dipahami tentu keteladanan "founding fathers" akan selalu membekas di otak, pikiran, dan hati para pelajar.Hal itu penting karena generasi penerus bangsa, yang ibaratnya tinggal `nglungguhi klasa gumelar` (duduk di tikar yang sudah digelar) atau tidak ikut merasakan pahit getirnya perjuangan kemerdekaan, seakan lupa terhadap sejarah negaranya bahkan lupa untuk mencintai Tanah Airnya. Slogan jangan sekali-kali meninggalkan sejarah atau "jas merah" merupakan semangat bagi generasi muda Indonesia, karena dengan mengetahui sejarah, generasi muda akan mengerti jerih payah generasi pendahulu dalam membangun negara dan bangsa ini. Dengan mengetahui sejarah itu pula generasi muda akan bangkit semangat nasionalisme dan patriotismenya. `Jas merah` juga akan menyadarkan generasi muda mengenai apa tujuan negara dan bangsa ini sebenarnya," kata Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X.


 

Tidak ada komentar: